HOT PROPERTI
kumpulan artikel dan iklan propertiHalo dunia properti !
Blog ini lahir untuk memudahkan untuk semua praktisi, pemerhati maupun yang sedang mencari properti mendapatkan informasi seputar dunia properti melalui artikel maupun iklan properti yang selalu up date dari situs/blog2 yang ada di Indonesia.
Jika kalian mempunyai blog/situs atau mengetahui ada blog/situs yang layak ditampilkan agar bisa mengkonfirmasikan lewat komentar di blog ini atau melalui email di : masbloro@gmail.com.
Atau ingin mengiklankan properti anda dipersilahkan saja. silahkan hubungi alamat di atas. GRATISS
Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Dibangun, Nilai Properti Dipastikan Melambung
Di penghujung tahun ini, Pemerintah DKI Jakarta memulai proyek pembangunan jembatan layang alias fly over Kampung Melayu–Tanah Abang. Jembatan sepanjang 1,6 kilometer (km) ini diprediksi akan melambungkan harga tanah di Jalan Satrio.
PT Agung Podomoro Land Tbk, pengembang superblok Kuningan City, termasuk yang cukup yakni bahwa nilai jual properti di kawasan itu akan melambung. Indra Widjaja Antono, Direktur Pemasaran Agung Podomoro, mengatakan, saat ini, harga tanah di kawasan Satrio berkisar Rp 8 juta–Rp 12 juta per meter persegi (m2). “Harga tanah berpeluang naik lebih dari 20 persen saat fly over usai dibangun,” ujar Indra.
Prospek cerah properti di kawasan ini membuat Agung Podomoro giat mengebut proyek. Kuningan City merupakan superblok seluas 3,6 hektare (ha) dengan luas bangunan 384.000 m2. Proyek yang menelan investasi Rp 2,2 triliun ini terdiri dari dua menara apartemen Denpasar Residence setinggi 42 lantai. “Tingkat penyerapan di kedua menara ini sudah mencapai 95 persen dan 85 persen,” kata Indra.
Kuningan City juga memiliki menara perkantoran Axa Tower yang menyediakan 58.000 ruang penjualan mencapai 65 persen. Ada pula menara gaya hidup dan hiburan Gourmet Tower yang telah terisi 65 persen – 75 persen.
Indra mengatakan, pembangunan Kuningan City sudah 70 persen selesai. Dia menargetkan, pembangunan selesai kuartal I-2011 dan penjualan usai akhir tahun 2011.
Artadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Property Tbk, juga meramal, dengan adanya fly over, harga tanah di kawasan tersebut akan naik lebih dari 20 persen. “Fly over akan menambah daya tarik kawasan ini,” kata Artadinata.
Ciputra World merupakan superblok seluas 5,4 ha dengan luas bangunan 400.000 m?. Pembangunansuperblok yang menelan investasi Rp 3 triliun ini ditargetkan selesai dan terjual pertengahan tahun 2012.
Ciputra World terdiri dari mal enam lantai yang kini telah terserap 20 persen. Ada pula apartemen My Home setinggi 46 lantai yang menawarkan 136 unit hunian. Saat ini My Home sudah terjual 60 persen
Stefanus Ridwan, Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, pengembang Kota Kasablanka juga sumringah. Dia meramal, keberadaan fly over akan menurunkan kemacetan di terusan Satrio hingga 50 persen. “Fungsi fly over sebagai pengurai kemacetan cukup besar,” katanya. Kota Kasablanka berdiri di atas lahan seluas 9,5 ha dengan total luas bangunan 650.000 m2. Hingga kini, penjualan Kota Kasablanka telah mencapai 90 persen.
sumber : kompas.com
Harga tanah saat ini di Jakarta
Tanah masih menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik. Bahkan, menurut LJ Hooker, tanah di Jakarta sejatinya tak pernah turun.
Suryanto Salim, Prinsipal LJ Hooker Pantai Indah Kapuk menjelaskan, harga tanah di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat masih lebih mahal ketimbang Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Jakarta Timur merupakan wilayah yang terbilang paling sepi peminat. “Ini karena pengembangan kota dan fasilitas pendukung di sana sedikit,” ujar Suryanto. Ini membuat harga tanah di Jakarta Timur masih berkisar Rp 1 juta per meter persegi (m2).
Bumi Munjul Malaka, menurut Suryanto, termasuk salah satu daerah dengan harga tanah murah. Sementara daerah termahal di Jakarta Timur masih berada di sekitar Rawamangun dengan harga tanah sekitar Rp 6 juta per m2. Harga ini sekaligus menjadikan Jakarta Timur menjadi daerah dengan harga tanah termurah di Jakarta.
Jakarta Barat termasuk daerah terjangkau kedua setelah Jakarta Timur. Hal ini dikarenakan di lokasi tersebut pasokan perumahan masih banyak. Bila berkunjung ke daerah Kosambi dan Rawa Buaya, konsumen masih bisa menemukan tanah seharga Rp 1 juta per m2.
Beda halnya dengan daerah Puri Indah yang dekat dengan pusat bisnis Jakarta Barat. Di daerah itu, harga tanah bisa mencapai Rp 8 juta sampai Rp 10 juta per m2.
Di pelosok Jakarta Selatan, konsumen juga masih bisa menemukan tanah seharga Rp 3 juta per m2. Sementara di Petogogan, meski lokasi ini sering banjir harga tanah masih di kisaran Rp 5-6 juta per m2. Sementara di Pondok Indah, harga tanah bisa mencapai Rp 10 juta per m2.
“Turn over investasi tanah di Jakarta Selatan memang tipis karena rata-rata lokasi sudah matang, tapi harga di sini tinggi karena citra sebagai kota berkelas sudah melekat,” ujar Suryanto.
Jakarta Pusat juga diklaim sebagai daerah dengan turn over rendah namun harga tanah mahal. Di daerah Menteng, harga tanah bisa mencapai Rp 20 juta per m2. Harga terendah di Jakarta Pusat terletak di Menteng Dalam dengan harga Rp 4 juta per m2.
Jakarta Utara juga punya rentang harga luas, dari Rp 3 juta sampai Rp 20 juta per m2. Daerah termahal berada di Pantai Indah Kapuk dan Kelapa Gading. “Di Jakarta Utara turn over harga tanah bisa mencapai 20 persen per tahun, tidak ada lokasi di Jakarta dengan turn over setinggi itu,” lanjut Suryanto.
sumber : kompas.com
Banyak Faktor Pengaruhi Besaran KPR
Saat ini suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) berada di kisaran 9,5 persen -12 persen. Penentuan besaran suku bunga KPR ini oleh setiap bank tergantung pada struktur biaya dana dan besaran net interest margin (NIM) yang ingin mereka peroleh.
Menurut Irman A. Zahiruddin, Direktur Konsumen Bank Tabungan Negara (BTN), bank tidak menerapkan keuntungan terlalu tinggi, terutama di KPR. “KPR lebih sensitif terhadap kenaikan bunga,” kata Irman, Kamis (26/8).
Kepala Divisi Kredit Konsumer Bank Rakyat Indonesia (BRI) Joice F. Rosandi menuturkan, saat menetapkan bunga, perbankan menghitung cost of money, overhead cost, dan NIM. Nah, saat ini bunga KPR jauh lebih baik. Maklum, nasabah makin jeli melihat pasar properti dan memilih bank yang menawarkan bunga rendah. “Jadi, bank tak akan menetapkan bunga asal-asalan,” imbuh Joice.
General Manager Divisi Kredit Konsumen Bank BNI Diah Sulianto mengamini. Menurut dia, masyarakat bisa menerima bunga KPR saat ini. Hal ini terlihat dari pertumbuhan nasabah dan KPR. “Di BNI KPR sudah tumbuh 22 persen, dari Rp 9,2 triliun per akhir 2009 menjadi Rp 11,2 triliun per Juni 2010,” terang Diah. Adapun suku bunga KPR di BNI kini sekitar 10 persen -12 persen.
Perbankan belum berniat menurunkan bunga KPR dari tingkat saat ini. “Kalau dipaksakan, selain merusak pasar KPR, kredit perumahan bisa mengalami overheating atau pemanasan. Takutnya kredit malah lebih banyak mengalir sektor konsumsi ketimbang sektor riil,” papar Joice.
Sebelum krisis moneter tahun 1997-1998, suku bunga KPR sempat di kisaran 7 persen per tahun. Tapi bank merasa, tingkat bunga serendah itu tak bisa diterapkan saat ini. Benar, suku bunga acuan Bank Indonesia alias BI rate kini lumayan rendah, yakni 6,5%. Namun jangan lupa, bank juga harus memasukkan komponen inflasi dalam penentuan suku bunga.
Struktur permodalan
Direktur Konsumen BCA Henry Koenaefi menambahkan, hal lain yang menjadi pertimbangan dalam menentukan bunga KPR adalah permodalan. Soalnya, penyaluran kredit yang tinggi bisa menggerus rasio permodalan (CAR). “Saya pikir, bunga KPR saat ini sedang di posisi paling rendah,” tutur Henry.
Tapi, perbankan memperkirakan, sampai akhir tahun bunga KPR akan meningkat. Ada tiga alasan yang mendasari hal itu. Pertama, bank ingin mengurangi kredit. Kedua, pembatasan dana atau NIM yang harus dicapai.
Ketiga, struktur biaya yang berbeda-beda. Ada bank yang bisa mencari dana murah dengan mudah, ada juga yang susah. “Jika biayanya mahal, tentu perbankan tidak bisa memberi kredit murah,” kata Irman.
sumber : kompas.com
Pemerintah akan bikin “bogor baru”
Pemerintah akan segera menggarap infrakstruktur perumahan rakyat untuk sekitar 200 ribu keluarga dalam konteks kota di wilayah perbatasan Tangerang, Lebak dan Bogor.
Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan, proyek yang akan digarap melalui konsep Public Private Partnership (PPP) ini rencananya berada di atas lahan seluas 11 ribu hektar ini. Luasnya hampir sama dengan Kota Bogor!
“Satu kota yang mau kita bangun, buka melalui PPP. Namanya Kota Kekerabatan Maja, luasnya sama dengan Bogor. Lokasinya di tiga wilayah, Pandeglang, Bogor dan Lebak,” tuturnya di kantor Bappenas, Rabu (18/8/2010).
Suharso menambahkan, nilai investasi proyek ini berada di sekitar angka USD 3 miliar yang pembangunannya diharapkan rampung sekitar 5-10 tahun ke depan. Ditargetkan, kota baru ini bisa ditempati sekitar 1 juta penduduk.
Pemerintah juga kini tengah menggarap double track rel kereta api dan jalan raya. Pemerintah sendiri akan mendorong agar proyek ini menjadi bagian PPP yang dijamin oleh pemerintah.
Namun demikian, pemerintah tetap akan mengundang para investor untuk datang dan akan bekerja sama dengan banyak pengembang. Saat ini, lanjut Suharso, pemerintah sudah bekerja sama dengan Singapore Enterprise Corporation untuk berinvestasi.
sumber : kompas.com
Summarecon bisa untung Rp 1 pada triliun Semester II 2010
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tampaknya akan tetap kinclong pada semester II tahun 2010 ini. Sepanjang enam bulan kedua tahun ini, kocek perusahaan pengembang ini bakal bertambah hingga Rp 1 triliun, berasal dari penjualan empat kawasan perumahan.
Direktur Keuangan SMRA Michael Yong menyebutkan, penjualan Royal Orchard Kelapa Gading menjadi penopang pertama pendapatan SMRA di semester II. Dari kawasan hunian berjumlah 90 unit dengan rata-rata harga Rp 4 miliar per rumah ini, SMRA berharap bisa menyerap dana Rp 400 miliar. “Kami sudah mulai tawarkan pada akhir Juli kemarin, dan sudah laku terjual 90 persen,” ujar Michael.
Pada bulan yang sama, SMRA juga telah mulai memasarkan dua kluster rumah di kawasan Canary Serpong yang terdiri dari 300 unit. Dengan rata-rata harga jual Rp 700 juta per unit, SMRA menaksir total angka penjualan mencapai Rp 200 miliar.
Selain Canary, Summarecon Agung juga telah mulai menjual kawasan Grisea berjumlah 160 unit, yang juga terletak di Serpong. Dari Grisea ini, Summarecon Agung berharap Grisea dapat menyetor fulus mencapai Rp 240 miliar. Artinya, nilai jual rata-rata perumahan ini seharga Rp 1,3 miliar per unit.
Penjualan rumah di kawasan Summarecon Bekasi, yang menjadi kontributor terbesar pada perolehan pendapatan SMRA pada semester I lalu, kembali diharapkan bisa menambah pundi hingga akhir tahun. SMRA akan memasarkan 200 unit dengan harga rata-rata Rp 700 juta – Rp 1 miliar.
“Kami akan pasarkan lagi yang di Bekasi, mulai Oktober hingga November nanti,” terang Michael. Untuk kluster baru ini, SMRA menambah areal baru untuk lahan huni di kawasan ini seluas 5 hektare. SMRA berharap, penambahan penjualan Summarecon Bekasi bisa meraup penjualan mencapai Rp 200 miliar.
sumber : kompas.com
Harga Properti Singapura Terus Mengalami Peningkatan
Berdasarkan data dari URA (Singapore’s Urban Redevelopment Authority) diketahui bahwa pada kuartal ke dua tahun 2010 ini penjualan rumah baru di Singapura mencapai 4,033 unit rumah angka ini mengalami sedikit mengalami penurunan sebesar 7.9 % dari kuartal pertama tahun 2010 yang mencapai penjualan rumah baru sebanyak 4,380 unit rumah.
Secara keseluruhan dipertengahan tahun 2010 ini penjualan rumah baru di singapura mencapai angka 8413 unit rumah angka tersebut merupakan separuh dari angka seluruh penjualan rumah baru pada tahun 2009 yang mencapai 14.688 unit rumah.
Untuk harga hunian, berdasarkan data dari indeks harga hunian URA diketahui mengalami peningkatan sebesar 5.3% pada kuartal kedua tahun 2010. Secara keseluruhan indeks harga hunian hingga pertengahan tahun 2010 ini mengalami peningkatan mencapai 11.6%.
Sementara itu indeks harga Landed House tercatat naik 6.2%, hal serupa juga terjadi pada indeks harga Non-Landed House juga tercatat naik sebesar 5.0%.
Dari segi lokasi juga diketahui bahwa dibeberapa area tercatat adanya peningkatan harga yang berbeda-beda, harga di OCR (Outside Central Region) tercatat mengalami kenaikan 5.7%, sementara itu harga diarea CCR (Core Central Region) dan RCR (Rest of Central Region) mengalami kenaikan sebesar 5.4% dan 4.6%.
Harga properti di Singapura masih akan mengalami peningkatan terus namun peningkatan tersebut masih berjalan lambat,hal tersebut dilihat dari peningkatan harga yang terjadi selama beberapa kuartal.
sumber : vibiznews.com
Marina Bay Sands Paduan Seni dan Keindahan
Singapura, kota metropolis yang terkenal sebagai surga belanja kini memiliki lokasi wisata baru dengan fasilitas menarik. Mengusung konsep kawasan terpadu, Marina Bay Sands menawarkan hiburan, gaya hidup, seni dan bisnis menyatu dalam sebuah kawasan. Bangunan landmark di jantung pusat kawasan bisnis Singapura ini menjadi lokasi tujuan wisata dengan fasilitas hotel yang mewah, gedung teater, pusat belanja dan bersantap terbaik dikawasan ini. Ditambah museum, gedung pertemuan dan konvensi, serta pusat hiburan bertaraf dunia.
Tak sekedar memanjakan pelancong dengan fasilitas yang komplit, Marina Bay Sands juga memiliki keunikan desain bangunan artistik serta ikon Sands SkyPark yang merupakan mahkota dari tiga menara Hotel Marina Bay Sands. Tak tanggung-tanggung, arsitek kenamaan dari Boston, Moshe Safdie didaulat merancang bangunan ini.
Dari Sand SkyPark kita diajak melihat lanskap kota Singapura dari ketinggian 200 meter. Pengunjung bisa berkeliling menyaksikan kota Singapura melalui pemandangan 360 derajat dan mencicipi aneka masakan di restoran. Taman-taman hijau dan kolam renang tak bersekat menjadi daya tarik lain di Sand SkyPark. Asal tahu saja Sands SkyPark boleh jadi adalah kantilever publik terbesar dengan taman, kolam renang, anjungan, dan restoran seluas 1,2 hektar yang cukup untuk memarkir empat setegah pesawat jet jumbo Airbus A830!
Bagi pecinta kuliner sebaiknya tak melewatkan mencoba hidangan ala koki Justin Quek di restoran The Sky di Sands SkyPark. Koki asal Singapura ini adalah satu dari tujuh koki selebriti andalan selain Mario Batali (New York), Santi Santamaria (Barcelona), Guy Savoy (Paris), Daniel Boulud (New York), Wolfgang Puck (Los Angeles), dan Tatsuya Wakuda (Sidney) yang siap menciptakan keajaiban kuliner di Marina Bay Sands. Di tangan koki yang pernah memiliki pengalaman memasak di Les Amis Group, menu kuliner khas Singapura dan Asia akan diramu dengan sentuhan teknik memasak Perancis klasik.
Hotel Marina Bay Sands yang terdiri dari tiga tower untuk menopang Sands SkyPark tak kalah mengagumkan. Dari kamar hotel yang mencapai 2.561 kamar dan suite, Anda bisa menikmati pemandangan Laut Cina Selatan, Marina Bay, atau horison kota Singapura. Desain arsitektur hotel berlantai 55 inipun cukup unik dengan menara condong dan kaki-kaki menyatu di lantai 23 membentuk gedung tunggal. Bahkan di menara satu hotel, kecondongan mencapai 26 derajat, membuatnya menjadi salah satu hotel terumit dalam proses pembangunan.
Sekedar duduk di bangku atau bersantap di restoran yang tersedia di atrium dan selasar hotel menjadi pilihan lain menikmati suasana di kala pagi atau sore. Desain hotel yang banyak menggunakan material kaca membuat cahaya matahari leluasa masuk. Meski berlimpah cahaya matahari namun tak perlu khawatir kepanasan. Anda bahkan akan merasa berada di tengah taman yang sejuk. Pasalnya, di dalam atrium hotel ditempatkan bejana tembikar setinggi 3 meter yang menampung sebuah pohon di setiap bejana yang menciptakan kanopi pepohonan. Bukan sembarang bejana, 83 bejana tembikar dengan pahatan keramik dan dilapisi kaca tersebut merupakan karya seniman Chongbin Zheng. Karya Zheng yang dijuluki Rising Forest ini merupakan salah satu art path di Marina Bay Sands yang menghiasi interior dan eksterior hotel.
Masih di atrium hotel, Anda juga bisa menyaksikan art path karya seniman Antony Gormley berjudul Drift. Drift merupakan sebuah matriks polihedral stainless steel yang memiliki tiga dimensi. Tak tanggung-tanggung, Gormley menggunakan 16.100 batang baja dan lebih dari 8.320 simpul baja untuk membuat karya monumentalnya. Drift yang menyerupai awan dengan dimensi panjang 40 meter, tinggi 23 meter, dan lebar 15 meter tergantung di udara antara lantai 5 dan 12 atrium menara hotel.
Beranjak keluar dari hotel jangan lewatkan melihat karya art path lainnya yang tak kalah mengagumkan. Kali ini anda bisa menyaksikan kegilaan seniman Ned Kahn dengan karyanya Wind Arbor. Karya Ned Kahn ini paling mudah terlihat dan paling besar di antara sembilan karya art path lainnya. Ned Kahn merangkai 260.000 “sayap” logam alumunium yang menutupi seluruh bagian depan gedung sebelah barat atrium hotel serta mengitari menara pendingin di ujung utara bangunan tersebut.
Karya Ned Khan setinggi 15 meter di ujung utara dan bertambah menjadi 55 meter di bagian jalan masuk sebelah selatan akan terlihat berkilauan memantulkan cahaya ketika “sayap-sayap” alumuniumnya bergerak. Dengan luas 6.800 meter persegi, karya Ned Khan ini setara dengan luas lima setengah kali ukuran kolam renang olimpik.
Serba Megah
Selain bagunan hotel, Marina Bay Sands yang berada di jantung pusat bisnis Singapura seolah tak mau setengah-setangah untuk mengukuhkan sebagai ikon baru di negeri itu. Dari bangunan yang tak sekedar bernilai fungsional namun juga bercita rasa seni hingga kelengkapan fasilitas megah yang bertaraf dunia tersedia di sini. Tengok saja Sands Expo and Convention Center yang berada di sebelah Hotel Marina Bay Sands. Gedung pameran lima lantai dengan luas ruang rapat lebih dari 120.000 meter persegi tersebut mampu menampung hingga 45.000 delegasi, 2.000 stand pameran dan memiliki 250 ruang pertemuan diklaim sebagai lokasi pameran dan pertemuan terbesar di Asia Tenggara.
Untuk urusan hiburan dalam waktu dekat Marina Bay Sands juga akan merampungkan pembangunan dua gedung teaternya yaitu Sands Theatre dan Le Theatre. Pertunjukan kelas dunia bahkan sudah direncanakan tampil di Sands Theatre lewat drama musikal Broadway ternama The Lion King yang akan tampil di Sands Theatre pada penghujung tahun 2010. Jika jadi ditampilkan, maka The Lion King akan menjadi pentas panjang musikal Broadway yang pertama kali di Asia Tenggara. Kabarnya kedua gedung teater di Marina Bay Sands ini mampu menampung sekitar 4000 penonton.
Bagi anda penggila permainan Roulette, Blackjack, Baccarat, Poker, dan Sic Bo jangan khawatir. Tak perlu jauh-jauh pergi ke Macau atau Las Vegas untuk menyalurkan hobi anda. Cukup datang ke Singapura dan rasakan lengkap serta mewahnya Kasino Marina Bay Sands. Para pemain dan anggota Paiza premium memiliki akses untuk permainan eksklusif di lebih dari 30 ruangan permainan privat. Ruby Room adalah salah satu tempat permainan privat khusus untuk tamu undangan yang memenuhi kriteria.
Kasino dengan empat lantai permainan seluas 15.000 meter persegi ini memiliki lebih dari 600 meja permainan dan lebih dari 1.500 mesin judi. Fasilitas yang lengkap, kemudahan akses, dan sensasi berbeda yang ditawarkan Marina Bay Sands menjadi ikon wisata baru yang patut diperhitungkan dari negara seberang.
sumber : kompas.com
Subsidi Bunga Kredit RSH Dihapus
Penghapusan subsidi bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) bagi Rumah Sederhana Sehat (RSH) untuk diganti dengan pemberian fasilitas likuiditas, dinilai sebagai suatu keuntungan bagi para pengusaha atau pengembang.
Menurut Sekjen Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestate Indonesia (DPP REI), Reddy Hartadji, pengusaha sangat mengharapkan program likuiditas tersebut berjalan lancar.
“Pengusaha akan menikmati, pengusaha akan sangat mengharapkan program ini berkembang baik, karena kan Kementrian yang mencari sumber dana,” katanya usai jumpa pers DPP REI di Jakarta, Kamis (24/6/2010).
Dengan adanya fasilitas likuiditas, kata Reddy, pengembang akan diuntungkan dengan kredit konstruksi yang lebih rendah, yakni kurang dari 8 persen karena mendapat alokasi dana dari perbankan dengan tingkat suku bunga yang murah.
Keuntungan tersebut juga akan didapat konsumen. Menurut Reddy, dengan adanya likuiditas konsumen diharapkan akan menerima 7 persen bunga per-tahun. Sehingga, jika sekarang subsidi diberikan hingga empat tahun, keuntungan dari likuiditas akan dapat diberikan kepada konsumen hingga mungkin 10 tahun.
“Sehingga balik lagi, dana bergulir, di harapkan dengan begitu konsumen akan menerima 7 persen bunganya per tahun, jadi murah,” ujar Reddy.
Sebelumnya, Kementrian Negara Perumahan Rakyat menetapkan penghapusan subsidi KPR untuk RSH dan menggantinya dengan memberlakukan fasilitas likuiditas. Dengan demikian, subsidi langsung diberikan kepada calon konsumen dan pengembang. Hal tersebut dimaksudkan agar subsidi lebih tepat sasaran.
sumber : kompas.com
Apartemen Menengah Terus Digarap
Macetnya kredit rumah susun sederhana milik subsidi bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, yakni di bawah Rp 4,5 juta, mendorong sebagian pengembang beralih menggarap proyek rumah susun kelas menengah.
Direktur Utama PT Broadbiz Asia Roby Irwanto, di Tangerang, Sabtu (19/6/2010), mengemukakan, pihaknya kini fokus mengembangkan proyek apartemen menengah ke bawah dengan target pasar masyarakat berpenghasilan antara Rp 1,5 juta dan Rp 6 juta per bulan.
Saat ini, pihaknya memasuki tahap konstruksi proyek apartemen menengah milik Paragon Village di Karawaci, Tangerang. Ukuran hunian yang ditawarkan bervariasi, yakni tipe unit satu kamar seluas 18-20 meter persegi (m2) dengan harga Rp 90 juta per unit, unit berisi dua kamar ukuran 30-34 m2 dan 37-38 m2 seharga Rp 160-180 juta, serta unit spesial (3 kamar) seluas 58 m2 seharga Rp 270 juta.
Paragon Village dibangun pada lahan seluas 1,1 hektar dengan total hunian 1. 270 unit yang terbagi dalam empat menara setinggi 12 lantai. Hingga kini, total penjualan apartemen itu sudah mencapai 70 persen.
“Target utama pasar adalah karyawan dan mahasiswa di Karawaci,” ujar Roby.
Menurut Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran PT Broadbiz Asia Ronaldo Maukar, pasar konsumen menengah ke bawah masih sangat potensial, sebab suplai perumahan menengah ke bawah setiap tahun hanya sekitar 30.000 unit atau 5 persen dari total kebutuhan.
Nilai investasi Paragon Village berkisar Rp 200 miliar, 40 persen-50 persen di antaranya berasal dari penjualan. Penjualan apartemen itu ditargetkan tuntas bulan September 2010.
Sejak awal tahun 2010, perbankan menghentikan sementara penyaluran kredit rumah susun sederhana subsidi. Hal itu terkait rencana pemerintah untuk mengganti pola pembiayaan kredit rumah rakyat bersubsidi.
Harga RSS Naik Jadi Rp 94 Juta Per Unit
Harga maksimum rumah sederhana sehat (RSS) bersubsidi untuk penduduk berpenghasilan di bawah Rp 2,5 juta per bulan naik menjadi Rp 94 juta per unit. Sementara harga maksimum RSH yang berlaku selama ini adalah Rp 55 juta per unit.
Demikian simulasi Kementerian Perumahan Rakyat menjelang penerapan fasilitas likuiditas pembiayaan rumah sederhana bersubsidi di Jakarta, Jumat (18/6/2010). Pola baru pembiayaan itu berlaku mulai 1 Juli 2010.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Tito Murbaintoro mengemukakan, pihaknya masih menunggu pembahasan final dengan Kementerian Keuangan terkait harga patokan maksimum rumah subsidi tersebut.
“Finalisasi harga patokan maksimum rumah bersubsidi harus memperhitungkan potongan pajak bagi konsumen berpenghasilan menengah ke bawah,” ujarnya seusai diskusi “Fasilitas Likuiditas dan Masa Depan Pembiayaan Perumahan”, yang diselenggarakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat.
Perubahan harga patokan RSH terjadi seiring rencana pemerintah mengubah skim pembiayaan rumah bagi rakyat menengah ke bawah berpenghasilan di bawah Rp 4,5 juta per bulan.
Adapun harga satuan rumah susun sederhana milik (sarusunami) bagi masyarakat berpenghasilan Rp 4,5 juta per bulan diusulkan maksimum Rp 190,4 juta per unit, sedangkan pagu maksimum yang berlaku saat ini Rp 144 juta per unit.
Fasilitas likuiditas perumahan dirumuskan sejak awal tahun 2010 berupa subsidi bunga sehingga bunga kredit maksimum untuk RSH sebesar 8 persen per tahun dan rusunami 9 persen per tahun selama tenor pinjaman.
Skim itu menggantikan pola lama subsidi yang berlaku saat ini, yakni subsidi uang muka Rp 5 juta-Rp 7 juta per unit dan subsidi selisih bunga, sehingga bunga kredit perumahan 7-9,85 persen per tahun untuk jangka waktu 4-8 tahun.
Rencana perubahan pola subsidi rumah tersebut membuat sebagian perbankan menghentikan penyaluran KPR bersubsidi.
Penyisihan anggaran
Tito menegaskan, pemerintah telah menyisihkan anggaran subsidi perumahan dari APBN Perubahan 2010 sebesar Rp 416 miliar untuk pembayaran subsidi tahun 2008-2009 serta masa transisi pola subsidi lama ke pola fasilitas likuiditas..
Total anggaran subsidi perumahan Rp 3,1 triliun. Dari jumlah itu, sebesar Rp 2,683 triliun di antaranya untuk fasilitas likuiditas.
Managing Director Bank Tabungan Negara (BTN) Irman A Zahiruddin mengemukakan, pembiayaan perumahan rakyat dengan suku bunga tetap (fixed rate) selama 10 tahun belum pernah diterapkan. Meski demikian, BTN mendukung pola pembiayaan itu.
BTN menyiasati pendanaan dengan mengeluarkan obligasi korporasi dengan tenor 10 tahun agar sesuai dengan pola pembiayaan KPR fixed rate.
Akan tetapi, ujar Irman, bunga obligasi tahun 2011 tidak bisa diperkirakan. Jika bunga obligasi lebih mahal, perlu kompensasi berupa imbal hasil (yield) penempatan dana yang dibayarkan ke pemerintah lebih rendah atau bank mengurangi margin keuntungan.
SUMBER : kompas.com